Tampilkan postingan dengan label belajar terjemah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar terjemah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2021

Biarkan Hari Berlalu Dengan Jumawanya

 



Permenungan Imam Syafi'i Atas Hari-Hari yang Dijalani

πŸ”°Biarkanlah hari berlalu seenak udelnya ---- Dan persiapkanlah dirimu jika sebuah keputusan (peristiwa baik/buruk/) datang

πŸ”° Janganlah kamu bersedih/cemas (melainkan bersabarlah!) atas peristiwa2 menyedihkan (diibaratkan dengan pekatnya malam) ----  Karena tidak ada peristiwa di dunia ini yang abadi (nyatanya kita akan menjumpai siang juga)

πŸ”° Jadilah seorang yang berani/sangat kuat (jaldan) dalam menghadapi marabahaya ----- dan jadikanlah perangaimu luhur dan setia

πŸ”°  Apabila selama hidupmu kau memiliki banyak aib ---- dan tertutupnya aib tersebut menjadikanmu bahagia/senang

πŸ”° (Maka) tutupilah ia dengan melakukan hal-hal baik, Maka setiap aib --- akan tertutupi melalui kebaikan yang kamu lakukan

πŸ”° Jangan kau perlihatkan kepada musuh-mushmu kelemahanmu/keburukanmu barang sedikit ---- Karena celaan dari musuh adalah bencana

πŸ”° Dan jangan kau harapkan kebaikan dari seorang yang bakhil ---- karena apa yang bisa diharapkan dari api bagi orang kehausan yang meminta air

πŸ”° Kelambanan tidak menjadikan rizkimu berkurang ---- Sebaliknya, kegigihan tidak menjadikan rizkimu bertambah

πŸ”° (Ingat) Tidak ada kesedihan yang abadi, demikian kebahagiaan ---- Kesengsaraan tidak selalu menimpamu, begitupun kelapangan/kesejahteraan tidak selalu menyapamu

πŸ”° Apabila kamu tidak memiliki hati yang qana'ah (puas akan pemberian Allah Swt ---- Maka kamu dan pecinta dunia, para raja-raja dunia, itu sama

πŸ”° Dan barangsiapa yang di halaman rumahnya singgah pasukan kematian ---- Maka tidak akan ada bumi atau langit yang mau melindunginya

πŸ”° Dan bumi Allah itu sangat luas, akan tetapi ---- Jika waktu ketetapan (ajal) sudah tiba, lapangan yang luas seketika menjadi sempit

πŸ”° Biarkanlah hari-hari selalu menipu setiap hari ---- Maka, memang, tidak ada obat yang mampu mengenyangkan (menghentikan) datangnya maut!


(Imam As-Syafi'i)

Jumat, 28 Februari 2014

Februari 28, 2014 - No comments

@115 Perdebatan Tentang Wujud Tuhan

Ada sebuah perdebatan antara seorang Mu'min lagi Faqih dengan seorang Pendusta dan Ceroboh:

Pendusta berkata kepada yang Mu'min : "apakah kamu percaya dengan wujud Allah?"

Mu'min berkata : " iya, tidak bimbang dan tidak ragu"

Pendusta : "apakah kamu melihatnya?"

Mu'min : " Tidak"

Pendusta : " apakah kamu mendengarnya?"

Mu'min : " Tdak"

Pendusta : " apakah kamu mencium atau menyentuhnya?"

Mu"min : "Tidak"

Pendusta : " Maka bagaimana bisa kamu beriman pada-Nya?"

Maka sang Mu"min balas berkata kepada sang pendusta ; "apakah kamu berakal?"

Pendusta : " Iya"

Mu"min : "apakah kamu melihat akalmu?"

Pendusta : "Tidak"

Mu'min : "apakah kamu mendengarnya?"

Pendusta : "Tidak"

Mu'min : "apakah kamu mencium atau menyentuhnya?"

Pendusta : "tidak"

Kemudian, pada akhir dialog sang Mu'min yang Faqih ini bertanya lagi : "maka bagaimana bisa anda mengaku diri anda berakal?" Kemdian dia (mu'min) mengutip ayat 258 dari surat Al-Baqoroh

"ِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين"َ

"...lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (1)

____________________

(1) diambil dari kitab "aqidatul muslimin" karya Syaikh Sholih Al-Baliyhy, jil. 1, hal. 126-127

Senin, 24 Februari 2014

Februari 24, 2014 - No comments

@112 Tertib Surat Menurut Az-Zarqoni (pengarang kitab "manahilul 'Irfan")

Syubhat Pertama : apakah tertib surat itu adalah 'taufiqi' (disandarkan kebenarannya langsung kepada Nabi saw.) Sedangkan mushaf para sahabat itu berbeda2 satu sama lain?

Jawaban: sesungguhnya pernyataan  kesyubhatan ini yang mengatakan bahwa semua tertib surat itu adalah 'tauqify' adalah sebuah hal yang tak terelakkan, Diantaranya ada yang mengatakan bahwa semua tertib surat itu adalah ijtihady, dan sebagian lagi ada yang mengatakan bahwa tertib surat ini bersifat tauqify, diantara jawabannya yang mudah mengenai kasus ini adalah bahwa ikhtilaf (perbedaan pendapat) yang terjadi di antara para sahabat itu adalah bagian dari 'ijtihady' bukanlah tauqify, sedangkan mereka yang berkata bahwa tertib surat itu adalah tauqify seluruhnya, maka jawaban yang memungkinkan baginya adalah bahwasanya mereka berbeda pendapat terhadap apa yang mereka perdebatkan, sebelum mereka mengetahui apa sesungguhnya yang 'tauqify' di dalamnya (dari ayat tsb, penj), dan ketika terjadi pengumpulan qur'an yang dilakukan Utsman itu, mereka menjadi tahu apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui, maka dari itu mereka meninggalkan mushaf2 mereka, kemudian mereka mengambil apa (dari tertib surat)  yang ada pada mushaf utsman saja, dan setelah itu mereka (umat muslim pada masa itu, penj) beranggapan bahwa ikhtilaf mashahif yang terjadi itu hanya berlaku untuk pribadi saja, bukan untuk sesuatu yang dituliskan untuk keseluruhan umat manusia, sesungguhnya mereka menulisnya hanya untuk pribadi/sendiri saja." (1)

___________________

(1) Abdul 'Adzim Azzarqoni, "Manahilul 'Irfan", Daarul Hadits, Kairo, 2001, hal.303

Februari 24, 2014 - No comments

@111 Tentang Asbabun Nuzul (Terjemah bebas karya Azzarqoni:Manahilul 'Irfan Fi 'Ulumil Qur'an)

Sebab nuzul adalah adalah ilmu yang berkaitan dengan turunya sebuah ayat atau beberapa ayat yang (turunnya itu) disebabkan karena suatu kejadian atau sebagai sarana penjelas hukum berkenaan dengan waktu peristiwa tersebut terjadi, yang dimaksudkan di atas adalah kejadian yang trjadi pada Zaman Nabi saw. Atau sebuah pertanyaan yang dihadapi oleh nabi (entah itu memang benar untuk kemaslahatan, atau hanya sebagai tantangan dari kaum Quraisy saja dalam rangka menjatuhkan martabat nabi, penj) maka turunlah ayat atau beberapa ayat dengan penjelasan hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut, atau itu merupakan sebagai jawaban dari sebuah pertanyaan yang dilontarkan kepada nabi saw. barusan.

dan hal itu juga selaras dengan kejadian Khosumah Dabbat, sebuah pertikaian yang terjadi antara suku Aus dan Khazraj, dengan desisan (yang mengompori pertikaian ini) dari musuh Allah yaitu kaum Yahudi, dengan seruan mereka "Senjata, senjata!" (Pernyataan ini merupakan sebuah ajakan untuk segera melakukan peperangan, penj), maka turunlah akibat peristiwa ini sebuah ayat yang penuh hikmah dari surat Ali Imran "wahai2 orang2 beriman jika engkau mengikuti/patuh kepada sebagian orang yang menimba ilmu al-kitab (yahudi) maka niscaya mereka akan mengembalikan kamu menuju kekafiran" (Ali Imran : 100) , sampai kepada ayat berikutnya setelah itu. (1)

___________________

(1) Abdul Adzim Azzarqoni, Manahilul 'Irfan', Daarul Hadits, Kairo, hal. 95

Minggu, 23 Februari 2014

Februari 23, 2014 - No comments

@109 Dua Fase Dakwah Kenabian (Terjemah bebas kitab Ar-Rohiq Al-Makhtum)

Kehidupan Rasulullah saw. -Yangdimuliakan oleh Allah swt dengan kenabian dan risalahnya- dibagi menjadi dua fase kehidupan, yang mana antara satu dan lainnya memiliki nilai kelebihan tersendiri, yaitu :

1. Fase Kehidupan di Makkah, sekitar 13 tahun kenabian
2. Fase kehidupan di Madinah, sekitar  Sepuluh Tahun.

Dan diantara kedua fase di atas juga meliputi beberapa periode kenabian yang ada, yang mana pada setiap periode memiliki keunggulan masing-masing, dan hal itu tampak dengan sangat bagus dan sangat membekas di beberapa tempat yang dilalui oleh jalur dakwah pada masa kedua fase tersebut (makki, dan madani)

Dan Fase kehidupan Nabi di Makkah terbagi menjadi 3 bagian:

1.Periode Dakwah secara Sembunyi2 (selama 3 tahun)
2.periode pengumuman dakwah kepada penduduk Makkah (dimulai dari tahun ke 4 kenabian, sampai hijrah ke Madinah)
3. Periode dakwah di luar Mekkah, (dimulai dari akhir tahun kesepuluhkenabian, terus berlanjut sampai fase kehidupan di Madinah, sampai berujung kepada wafatnya Nabi).

Sedangkan mengenai pembahasan periode2 Madinah akan datang penjelasannya nanti di tempat tersendiri.

(Shafiyurrahman Al-Mubarokfury, "Ar-Rohiqil Makhtum" hal. 85, daarul wafa':almanshurah, tahun 2002)

Rabu, 19 Februari 2014

Februari 19, 2014 - No comments

@105 Sekilas Tentang Ibnu Taimiyyah (1)

Sekilas Tentang Ibnu Taimiyyah

"Dia adalah. Ahmad Taqiyuddin Abul
'Abbas bin Syaikh Syihabuddin Abil
Mahaasin 'Abdul Halim bin Syaikh
Majduddin Abi-l-Barakat 'Abdussalam
bin Abi Muhammad 'Abdlullah bin Abi
Qasim Al-Khudhri bin 'Ali bin Abdullah,
dan keluarga ini dikenal luas dengan
nama keluarga Ibnu Taimiyyah.
Dia dilahirkan pada tanggal 10 (1)
bulan Rabi'ul 'Awwal tahun 660 setelah
hijrah kenabian, adapun tempat
kelahirannya adalah di Kota Haran,
pusatnya ilmu Filsafat.(2)" (3)
___________________
(1) dalam banyak riwayat dijelaskan
bahwa ia dilahirkan pada tanggal 10,
sedikit dari para sejarawan yang
meriwayatkan bahwa beliau dilahirkan
pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal, mereka
mungkin ingin mengatakan
bahwasanya beliau (Ibnu Taimiyyah)
dilahirkan seperti hari dimana Nabi
SAW. dilahirkan, dikarenakan beliaulah
(Ibnu Taimiyyah) yang kelak
menghidupkan (kembali) Syari'atnya
(Syari'at Rasulullah saw berupa
sunnah2nya, penj).
(2) Muhammad Abu Zahroh, "Ibnu
Taimiyyah, Hayaatuhu Wa 'Asruhu-
Aroo'uhu Wa Fiqhuhu", (Kairo:Daarul
Fikr Al-Aroby, 2000 M), hal.17)
(3) untuk uraian selanjutnya bisa
menyusul, penerjemahnya kelimpungan
yang mau ngartiin, kekurangan kosa-
kata! # hehe

Februari 19, 2014 - No comments

@104 Faedah Asbabun Nuzul

Faedah2 Asbabun Nuzul :

1 : mengetahui Hikmah Allah swt.
Dengan sejelas~jelasnya terhadap
apa-apa yang diturunkan (yaitu al-
Qur'an, penj), dan dari sini
(mengetahui asbabun nuzul) seorang
mu'min dan non mu'min bisa mengambil
manfaat, sedangakn bagi orang
mu'min hal itu bisa menambah
keimanan mereka dan bisa menambah
tamak (dalam arti bisa lebih giat,
penj) dalam mengambil hukum2 Allah
dan pengamalan terhadap kitab-Nya,
dan ini adalah sebuah keistimewaan
dan kelebihan tatkala pengambilan
sebuah hukum itu dibarengi dengan
segi "tanzil" nya (asbabun nuzul), dan
adapun mengenai manfaat bagi orang
kafir yaitu betapa dalam dan bagusnya
hikmah yang ada pada asbabun nuzul
ini bisa membuat mereka memeluk iman
dan menggenggamnya, itu mereka
rasakan ketika dia (kafir) mengetahui
bahwa tasyri' (pensyari'atan) islam itu
diturunkan atas dasar kemaslahatan
manusia, tidak atas penyelewengan
hukum dan kedurhakaan semata,
khusunya ketika mereka mereka
menyaksikan syariat Islam yang
berjalan di satu jalan (yaitu jalan
kebenaran, tanpa ada yang
menyeleweng dari akal, penj), dan
cukuplah bagi kamu menyaksikan atas
pelarangan khomr/minuman keras dan
apa2 yang turun berkenaan
dengannya. (1) (2)
___________________
(1) Abdul Adzim Azzarqoni, "Manahilul
Irfan", hal. 97

(2) Di Amerika sana ternyata para
pemerintah Amerika juga kepusingan
mengenai masalah ini, yaitu candu
minuman keras yang mendera
masyarakatnya, hal ini lantaran di
dalam kitab Perjanjian Baru ada
berita tentang peng-halal-an "khamr"
atau minuman keras! (Selebihnya baca
kisahnya di buku The Choice Karya
Ahmad Deedat). Hal ini jelas berbeda
dengan syari'at Islam yang secara
mutlak mengharamkan minuman keras
jenis apapun!
"Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya (meminum) khamar,
berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah
perbuatan keji termasuk perbuatan
syaitan. Maka jauhilah perbuatan-
perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan." (QS. 5:90)

Februari 19, 2014 - No comments

@103 Dalil Wujud Tuhan

Dalil2 Tentang Adanya Tuhan
Tabaaroka wa ta'ala:

Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:
bagaimana bisa dia (manusia) meminta
dalil terhadap sesuatu yang (mana dia)
menjadi dalil atas segala sesuatu"

(Ahmad Faried, "Aqidah Ahlussunnah
Wal Jama'ah", hal. 18, Maktabah
Fiyadh)

Back to top